Methodology konsep-konsep yang menjadi strategi perubahan, sistem thinking itu

Methodology Sistem Thinking

 

Dalam
Methodology Sistem Thinking melibatkan sekumpulan objek yang menyatu oleh
hubungan antar objek dengan permasalahan yang ada, dengan pendekatan pola
hubungan kerja sama  dengan mengumpulkan
semua pendapat yang merancu pada suatu masalah dengan sikap saling terbuka dan
saling menghargai atas pendapat masing-masing orang, semakin banyak yang
terlibat dalam pemecah suatu masalah maka penyelesaiannya akan cepat berkembang
dan lebih efektif secara sinergis, akan efektif jika pengerjaannya juga di bagi
berdasarkan passion – passion yang sesuai dengan bidang mereka atau keahlian
mereka sehingga itu akan menjadi efektif dalam pencapai tujuan, dalam
methodology sistem thinking akan menampilkan luaran yang akan dihasilkan
misalkan dari permasalah itu adakah pihak yang diuntungkan , lalu siapa saja
pihak yang menjadi dampak dari proses perubahan ini hal itu ditunjukan
berdasarkan dari mengidentifikasi masalah terlebih dahulu dengan meliputi atas
analisa masalah untuk mendapatkan data ,menentapkan konsep-konsep dalam
melakukan suatu perubahan data lalu yang terakhir ialah melakukan pengembangan
atas dari konsep-konsep yang menjadi strategi perubahan, sistem thinking itu
juga diartikan sebagai suatu cara atau bagaimana pola pikir kita untuk
menyelesaikan yang kita anggap masalah berdasarkan dalam pengelihatan suatu
kejadian atau masalah dalam aspek yang luas.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

 

Dalam
menyelesaikan suatu masalah system thinking memiliki berbagai cara metode dalam
penyelesaian masalah yaitu menggunakan berbagai teknik yang dapat dibagi
menjadi 2 yaitu hard system methodology 
(HSM) dan soft system methodology (SFM). 
Jika dijabarkan kedua metode ini dapat dijelaskan seperti, Hard system
methodolgy memiliki tujuan eksplisit, cendrung kuantitatif sehingga sulit memperhitungkan
pendapat atau mungkin politik ,diatur dengan aturan baku atau tidak menyertakan
kondisi nyata dan sangat berguna untuk masalah yang benar benar di selesaikan
secara kuantitatif( melibatkan angka),dengan melibatkan kuantitatif maka dapat
memberikan pernyataan yang jelas dan mudah di pahami serta dapat di implementasi.
Setiap langkah hard system methodology perlu melewati beberapa tahapan yaitu: perumusan
masalah atau masalah scoping , permodelan masalah,  pelaksanaan yang sesuai dengan beberapa
masukan atau saran , hard system methodology ini tersirat bagaimana caranya
untuk melakukan pengembangan dan analisis agar penyelesaian masalah atau tujuan
dari masalah yang ingin di selesaikan agar tercapai dengan baik,sedangkan untuk
soft system methodology  untuk lebih mengatasi
sistem yang lebih komplek,sifatnya yang menyeluruh dan melibatkan aspek yang
sulit diukur. Terdapat tiga tahapan utama yang perlu dilakukan dalam soft
system methodology yaitu perumusan masalah, pemodelan sistem dan tindakan
pemodelan ini lebih membahas mengenai apakah masalah ini,tindakan pengambilan
keputusan yang didasari oleh persepsi bersama tentang situasi yang tepat dan
tidak berpihak pada orang tertentu saja,bagaimana masalah ini akan
terselesaikan , bagaimana strategi yang tepat untuk menyelesaikan masalah ini
dan implementasi. Dalam menyelesaikan masalah soft system methodology
menggunakan beberapa teknik dalam pengumpulan data yaitu dengan melakukan
wawancara,angket hingga melakukan diskusi. Wawancara ini bertujuan sebagai
pengumpulan informasi yang menggambarkan sejumlah persoalan yang mengemukakan
isu dan masalah-masalah lain yang terkait sehingga masalah di ketahui sekaligus
di pahami,lalu angket ini lebih bertujuan untuk menjelaskan mendeskripsikan
struktur berupa pernyataan yang sedang diteliti yang terdiri dari apa yang
menjadi tujuan dari masalah yang di ingin diselesaikan lalu setelah itu
melakukan tindakan sesuai dengan strategi.

 

Pentingnya
methodology sistem thinking

Pelaksanaan
methodology harus dianggap penting karena methodology sistem thinking diibaratkan
sebagai jembatan menuju perubahan maka dari itu harus di anggap serius. Hal
tersebut di sebabkan oleh beberapa alasan sebagai berikut:

1.            
Karena
kebutuhan manusia sebagai makhluk sosial semakin hari semakin berkembang
sejalan dengan perkembangan kehidupan tiap harinya. Kebutuhan itu juga di
dasari berdasarkan usaha manusia untuk selalu mencoba menemukan, menghasilkan
dan menerapkan berbagai ilmu dari pengetahuannya termasuk penemuan dibidang
tekonologi dan Inovasi yang menjadi salah kunci dalam memenuhi kebutuhan
manusia yang selalu berkembang setiap harinya

2.            
Sebelum
memecahkan masalah sebaiknya seseorang yang ingin mengambil keputusan harus
mengetahui arti penting riset, arti penting riset ini terdiri dari apa yang
menjadi masalah yang ada saat ini, apa yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah
ini dan lain – lain  riset ini sangat
amat di tegaskan untuk di ambil dan diatur sengan sebaik-baiknya agar keputusan
yang di ambil akan membuahkan hasil yang sesuai dengan apa yang di harapkan
lalu selain riset yaitu kemampuan mengidentifikasi luaran sampingan

3.            
Methodology
juga membuat kita mempunyai pemikiran yang luas, dengan metodologi kita dapat
mengembangkan hasil yang di dapat berdasarkan data yang ada berdasarkan dari
cara kita mengelola,melihat dan menggunakan pilihan-pilihan yang tersedia
sehingga banyak bagian-bagian yang bisa ditambahkan diluar dengan apa yang
diinginkan,dengan menciptkan  perspektif
yang utuh sehingga solusi/ perubahan dalam sistem dampaknya dapat di prediksi
dengan lebih baik,

 

STUDI KASUS METHODOLOGY
SYSTEM THINKING

 

PENANGANAN LINGKUNGAN
YANG BERADA DI SEKITARAN JEMBATAN SUNGAI DAMA UNTUK MENCIPTAKAN LINGKUNGAN YANG
ASRI DAN INDAH

 

I.       Gambaran situasi pemasalahan

Lingkungan yang berada di
sekitaran jembatan sungai dama sudah dikenal oleh masyarakat Samarinda sebagai
kawasan yang kumuh. Hal itu menjadi bukti nyata ketika melihat langsung situasi
lingkungan disana sangat tidak teratur. Apalagi disana terdapat pasar yang
menjadi salah satu tempat untuk membeli keperluan rumah tangga yang dapat
memunculkan kesimpulan bahwa daerah tersebut merupakan lingkungan yang padat.
Hal yang juga sangat disayangkan itu ketika sungai yang menjadi penghubung
antara sambutan dan anggana dengan samarinda kota, terdapat sampah-sampah yang
mencemari sungai,dimungkinkan hal tersebut akibat dari ulah warga sekitar yang
tidak tertib membuang sampah atau tidak membuang sampah pada tempatnya ,di
tambah pula masalah lain yaitu di tepi jembatan sungai dama terdapat pembuangan
sampah umum yang menjadi salah satu alternatif tempat yang disiapkan pemerintah
untuk warga sekitaran sungai dama untuk membuang limbah rumah tangganya,
kesalahan itu yaitu penempatan tempat pembuangan sampah yang sangat tidak
tepat, karena jika terdapat sampah yang keluar dari tempatnya jikalau terdapat
angin maka sampah itu bisa berpindah kejalanan 
atau mungkin ke sungai,karena faktanya sebagian warga sungai dama tidak
dapat membuang sampah yang benar-benar berada di dalam tempat umum pembuangan
sampah, dikarenakan faktor malas beranjak dari kendaraan mereka dengan hanya
menaruh di luar tempat pembuangan sampah bahkan ada juga yang membuangnya
dengan cara melempar sehingga menyebabkan sampah-sampah itu berserakan.

Kemudian di sekitaran Pasar
Sungai Dama terlihat sangat kumuh dikarenakan ada pedagang kaki lima (PKL) yang
berjualan di badan jalan,memakan badan jalan itu akan berakibat kemacetan hal
itu dikarenakan ketika konsumen ingin membeli barang pastinya akan memakirkan kendaraan
mereka dengan posisi yang terdekat dengan tempat jualan sehingga itu bisa
menghambat kelancaran kendaraan lainnya yang ingin melewati jalan itu,di tambah
pula posisi mereka berjualan itu deket dengan jembatan utama yang dimana
jembatan itu menjadi jalanan untuk menghubungkan masyarakat sambutan,anggana
dan sekitarnya ke arah kota samarinda

Lalu masalah lainnya yaitu banyaknya
tukang parkir dadakan yang bukan dibawah naungan Dinas Perhubungan Kota
Samarinda dan meminta maksa uang parkir atau bisa dikatakan pungutan liar.

 

II.      Perubahan yang Diinginkan

Perubahan yang dinginkan adalah
menjadi kawasan disekitaran jembatan sungai dama sebagai kawasan yang asri dan
indah dari segi lingkungan dan keindahan tata letaknya, jika dari lingkungan
hal yang diiinginkan ialah tidak adanya limbah-limbahnya yang terlihat
mengambang atau mengotori sungai dan mengatur tata letak agar lalu lintas
lancar, dan pemukiman yang berada di sekiatan sungai dama bisa menjadi ikon
kota samarinda dengan menampilkan suasana pemukiman yang berbeda seperti
contohnya di Malang, Malang mempunyai destinasi wisata yang dimana pada suatu
pemukiman itu terdapat rumah yang memiliki beragam warna yang bisa disebut
Jodipan Village, kawasan itu merupakan kawasan yang berada di pinggir
sungai,hal itu bisa menjadi inspirasi untuk mengubah kawasan yang berada di
sekitaran jembatan sungai dama yang kumuh dan di ubah menjadi pemukiman indah
yang bisa menjadi ikon Samarinda, dan didukung pula dengan keberadaan jembatan
mahakam kota II yang baru saja diresmikan dan dikenal sebagai jembatan panjang
yang menghubungkan Samarinda sebrang dengan Samarinda kota yang merupakan
alternatif jembatan lain yang dapat di lalui dari jembatan mahakam dan kenyataannya
jembatan mahakam kota II telah ditambahkan aksen lampu yang menambah keindahan
jembatan ketika malam hari. Dan keberadaan jembatan mahakam kota II ini dekat
dengan kawasan jembatan sungai dama yang bisa menjadi alternatif bagi orang
yang berkunjung ke Samarinda,otomatis akan melewati pemukiman warna warni ini
yang diharapkan dapat memberikan keindahan dari jembatan dan kawasan pemukiman
yang berwarna-warni

 

III.    Langkah-langkah Perbaikan Situasi Masalah

Methodology Sistem Thinking mengenai
perubahan untuk kawasan yang berada di jembatan sungai dama

 

Bagan
diatas merupakan langkah yang harus di lakukan untuk mendapatkan perubahan,
berikut penjabarannya:

1.     
Dinas
kebersihan kota Samarinda selaku bagian dari Pemerintah harus mengambil tindakan
dalam penempatan yang strategis pada letak pembuangan sampah umum, Pemerintah
bisa memfasilitasi pembuangan sampah itu ditepat yang jauh dari sungai misalnya
di lahan kosong yang luas, hal tersebut dapat memungkinkan sampah-sampah yang
berhamburan tidak masuk ke dalam sungai. Lalu mengenai sampah yang mengambang
di sungai Pemerintah mampu menciptakan suatu alat yang bisa mengambil sampah
yang ada disungai dengan cara sekaligus. Lalu, Pemerintah dapat membuat
kebijakan baru untuk pedagang pasar bahkan pengunjung setempat mengenai
larangan dan  sanksi bagi mereka yang
melanggar dalam kasus pembuangan sampah untuk ketentuan itu harus ada pegawai
dari Dinas Kebersihan Kota Samarinda untuk mengawasi kegiatan jual beli di
pasar tersebut.Lalu untuk menambah keasrian, pemerintah bisa membuat taman
hijau yang dimana kawasan itu terdapat taman yang di tumbuhi pohon-pohon yang
bisa menjadi tempat bersantai.

2. Pemerintah tata kota bisa
bekerja sama dengan pemerintah dari Dinas Pariwisata untuk membuat project baru
mengenai wisata baru setelah itu melakukan proses untuk perubahan untuk kawasan
pemukiman warna-warni yang berada di sekitaran jembatan sungai dama

3. Lalu untuk kelancaran lalu
lintas,  pemerintah  harus bisa menyiapkan lahan yang luas untuk
para pengunjung yang ingin datang sehingga tidak ada pengunjung yang memarkir kendaraan
mereka sembarangan dan tentunya di lahan tersebut terdapat ketentuan resmi yang
dimana ada karcis pemungutan biaya parkiran yang resmi dari pekerja dibawah
naungan Dinas Perhubungan sehingga tidak adanya pemungutan liar, dan dari
pendapatan itu jumlahnya di bagi 2 yang satu untuk biaya penyewaan lahan dan
satunya di salurkan untuk proyek perkembangan kawasan sungai dama.

x

Hi!
I'm Josephine!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out