Pengaruh dapat selesai tepat pada waktunya. Makalah ini disusun

Pengaruh Depresi terhadap Kesehatan dan Kesejahteraan
Manusia

Makalah ini disusun untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Agama
dan Bahasa Indonesia (TPB)

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

 

 

Oleh

 

 

Muhammad Rafif Iman

190110170041

 

 

 

 

 

 

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS PADJADJARAN

JATINANGOR

2017

 

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI …………………………………………………………………….. i

KATA PENGANTAR …………………………………………………………… ii

BAB I : PENDAHULUAN ……………………………………………………… 1

    1.1.
Latar Belakang ……………………………………………………………. 1

    1.2.
Rumusan Masalah ………………………………………………………… 1

    1.3.
Tujuan Penulis ……………………………………………………………. 1

BAB II : PEMBAHASAN …………………………………………………….… 3

    2.1.
Pembahasan ………………………………………………………………. 3

BAB III : PENUTUP …………………………………………………………… 10

    3.1.
Kesimpulan ……………………………………………………………… 10

    3.2.
Saran …………………………………………………………………….. 10

DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………… iii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas  segala rahmat dan karunia-Nya sehingga makalah
yang berjudul “Pengaruh Depresi terhadap Kesehatan dan Kesejahteraan Manusia”
dapat selesai tepat pada waktunya.

Makalah
ini disusun berdasarkan dari literatur-literatur dengan rentang 10 tahun yang
lalu dan dikaitkan dengan fakta-fakta yang ada pada zaman sekarang dalam ruang
lingkup Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang ke-3.

Makalah
ini berisikan pembahasan penulis mengenai pengaruh depresi terhadap kehidupan
sehat dan sejahtera yang mana merupakan tujuan ke-3 dari Tujuan Pembangunan
Berkelanjutan (Sustainable Development
Goals) yang dicetuskan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) untuk
mencapai salah satu target dari tujuan ke-3 ini yaitu mengurangi angka kematian
dini dan meningkatkan kesehatan mental.

Dengan
makalah ini, penulis berharap masyarakat dan pembaca dapat membangun dan
meningkatkan kesadaran yang tinggi terhadap gangguan-gangguan mental yang ada,
salah satunya yaitu depresi. Yang mana depresi tersebut merupakan topik yang
akan dibahas pada makalah ini.

Demikian
yang dapat saya sampaikan, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan
masyarakat luas.

 

 

                                                                                    Bandung
29 Desember 2017

 

 

 

                                                                                    Penulis

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang.

Menjadi diri yang
sehat jasmani dan rohani merupakan kebutuhan yang utama bagi semua manusia.
Dengan sehatnya jasmani dan rohani, manusia dapat hidup dengan sejahtera dan
mampu untuk menjalani masalah-masalah dalam kehidupannya. Menjaga kesehatan
rohani atau biasa disebut jiwa, merupakan bagian terpenting dalam diri setiap
manusia. Didalam setiap jiwa manusia, terdapat sebuah mental. Dengan sehatnya
mental seseorang, maka aspek kehidupan dalam dirinya akan bekerja secara
optimal. Kondisi mental mengikuti kondisi kesehatan fisik, apabila kondisi
mental sehat maka kondisi kesehatan fisik pun baik.

Pada konsep Person in Environment dijelaskan bahwa
keberadaan individu pada sebuah lingkungan akan saling mempengaruhi. Hadirnya
individu akan menghasilkan kondisi yang dinamis bagi lingkungannya, begitu juga
lingkungan akan mempengaruhi pada individu dan akan berdampak pada perubahan
diri pada individu tertentu. Dalam hal ini dijelaskan bahwa bagaimana seseorang
yang menderita gangguan kesehatan mental merupakan hasil dari gagalnya individu
dalam hal beradaptasi dengan lingkungannya.

World Health
Organization (WHO) menyatakan depresi merupakan penyebab utama terjadinya penyakit
dan kecacatan pada remaja usia 10-19 tahun, sedangkan bunuh diri menjadi
penyebab nomor tiga kematian remaja (WHO, 2014). WHO juga memperkirakan depresi
akan menjadi masalah kesehatan nomor dua dari berbagai macam penyakit pada
tahun 2020 (World Federation Mental Health, 2012).

Menurut
data WHO 2016, dari seluruh populasi manusia di dunia, terdapat sekitar 35 juta
orang terkena depresi, 60 juta orang mengidap bipolar, 21 juta mengidap
gangguan skizofrenia, serta 47,5 juta mengidap gangguan dimensia.

Data
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menunjukkan prevalensi ganggunan mental yang
ditunjukkan dengan gejala-gejala depresi untuk usia remaja mencapai sekitar 14
juta orang atau 6% dari jumlah penduduk Indonesia. Dari data-data tersebut
dapat disimpulkan bahwa depresi menjadi gangguan kesehatan yang sangat serius
karena telah mengakibatkan terjadinya kematian pada individu dengan cara bunuh
diri.

 

1.2. Rumusan Masalah.

Berdasarkan latar belakang yang sudah
dijelaskan sebelumnya, maka rumusan masalah yang terdapat pada makalah ini
adalah :

1.2.1. Apa yang dimaksud dengan gangguan kesehatan
mental dan depresi ?

1.2.2. Mengapa depresi bisa terjadi ?

1.2.3. Bagaimana cara menangani dan mencegah depresi
?

1.2.4. Mengapa pentingnya kesadaran akan
kesehatan mental perlu ditingkatkan ?

1.2.5. Bagaimana pandangan Agama Islam
memandang depresi ?

 

1.3. Tujuan Penulis.

Tujuan dari disusunnya makalah ini adalah untuk
meningkatkan kesadaran individu akan pentingnya menjaga kesehatan mental dan
mencegah serta mengurangi terjadinya peningkatan angka kematian yang disebabkan
oleh depresi.

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Gangguan Mental dan Depresi.

Gangguan kesehatan mental adalah kondisi dimana seorang
individu mengalami kesulitan dalam menyesuaikan dirinya dan berinteraksi dengan
lingkungannya. Ketidakmampuan individu dalam menyelesaikan sebuah permasalahan
sehingga menimbulkan stres yang menjadikan kesehatan mental individu tersebut
menjadi lebih rentan dan akhirnya terkena gangguan kesehatan mental.

 Gangguan mental
merupakan salah satu tantangan kesehatan global yang memiliki dampak signifikan
dikarenakan prevalensi yang tinggi dan penderitaan berat yang ditanggung oleh
individu, keluarga, komunitas, dan negara (Kohn, Saxena, Levav, & Saraceno,
2004).

Gangguan kesehatan mental dapat terjadi semenjak anak berada dalam kandungan maupun ketika individu beranjak dewasa, namun dalam perkembangannya ditemui hal-hal yang dapat berdampak pada
stres yang berlebihan. Kehidupan yang modern membawa berbagai macam tuntutan pada
individu yang harus dipenuhi.
Bukan karena sifatnya wajib atau penting, melainkan karena keinginan individu untuk diakui oleh masyarakat yang menjadikan individu tersebut merasa harus mengikuti trend yang
sedang berlangsung tanpa sadar akan kapasitasnya.

Depresi merupakan salah satu gangguan kesehatan mental berupa
emosional atau suasana hati yang buruk dengan ciri-ciri kesedihan yang
berkepanjangan, harapan kosong, dan perasaan bersalah serta perasaan tidak
diinginkan oleh orang lain.

Menurut Institut Kesehatan Jiwa Amerika Serikat (NIMH)
dan Modul Diagnostic and Statictical manual IV – Text Revision (DSM IV – TR)
(American Psychiatric Association), kriteria depresi dapat ditegakkan apabila
sedikitnya 5 dari gejala dibawah ini telah ditemukan dalam jangka waktu 2
minggu yang sama. Gejala umum depresi terbagi menjadi 3 bagian, yaitu sebagai
berikut :

2.1.1. Gejala Fisik;
terdiri dari  terjadinya :

2.1.1.1. Gangguan
pada pola tidur dan sulit tidur (Insomnia).

2.1.1.2. Sulit makan
atau makan berlebihan.

2.1.1.3. Gejala
penyakit fisik yang tidak lekas sembuh.

2.1.1.4. Sulit untuk
konsentrasi, mengingat dan memutuskan suatu hal.

 

2.1.2. Gejala Psikis;
terdiri dari  terjadinya :

2.1.2.1. Rasa sedih,
cemas yang berlanjut.

2.1.2.2. Rasa putus
asa dan selalu pesimis.

2.1.2.3. Rasa
bersalah, tidak berguna, tidak berharga.

2.1.2.4. Sensitif
terhadap keadaan sosial lingkungannya.

2.1.2.5.
Hilangnya rasa percaya diri.

2.1.2.6. Berpikir
ingin mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

 

2.1.3. Gejala Sosial;
terdiri dari  terjadinya :

2.1.3.1. Menurunnya aktivitas seperti malas dan selalu
menyendiri.

2.1.3.2 Tidak ada motivasi.

2.1.3.3. Hilang hasrat untuk bertahan hidup.

 

2.2. Sebab dan Akibat terjadinya Depresi.

Pada sisi yang lain, depresi merupakan salah
satu respons dari tubuh untuk kita agar kita bisa lebih tenang dan rileks.
Seperti David G. Myers tuliskan dalam buku Psychology
Ninth Edition In Modules, depresi merupakan semacam hibernasi psikis.
Depresi memperlambat kita, meredakan agresi, dan menahan risiko (Allen &
Badcock, 2003). Untuk menggiling kita sementara untuk berhenti dan merenung,
seperti yang dilakukan orang yang depresi, untuk menilai ulang kehidupan
seseorang saat merasa terancam, dan mengalihkan energi dengan cara yang lebih
menjanjikan (Watkins, 2008). Namun, kenyataannya tidak semua orang dapat keluar
dari zona tersebut dan dapat mengartikan depresi seperti yang dijelaskan
sebelumnya. Banyak yang terjerumus berlanjut menjadi depresi yang lebih berat
yang akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

Penyebab depresi terjadi karena beberapa faktor, yaitu faktor
biologis, faktor psikologis, dan faktor sosial.

Faktor biologis pada gangguan depresi yang ditemukan
para ahli menyatakan bahwa depresi melibatkan patologik, system limbik dan
ganglia basis serta hypothalamus. Dalam penelitian biopsikologi, terdapat dua
neurotransmitter yaitu norepinefrin dan serotonin  yang banyak berperan dalam patofisiologi
gangguan mood, yaitu salah satunya depresi. Penyakit fisik yang berkepanjangan
sehingga menyebabkan stress pun dapat menyebabkan depresi.

Faktor Psikologis pada gangguan depresi banyak
mengacu kepada pola pikir dan kepribadian pada individu. Peneliti menemukan
bahwa pada individu yang dependent, ia memiliki harga diri yang rendah, tidak
asertif dan menggunakan ruminative coping. Kemudia pada individu yang memiliki
pemikiran irasional, yaitu pemikiran yang salah dalam berpikir seperti
menyalahkan diri sendiri atas ketidakberuntungan. Sehingga pada individu yang
mengalami depresi cenderung menganggap bahwa dirinya tidak dapat mengendalikan
diri dan lingukannya. Hal tersebut akan mengakibatkan membentuk individu yang
pesimis dan apatis.

Sedangkan pada faktor sosial, banyak peneliti
menemukan bahwa depresi dapat terjadi ketika individu mengalami
kejadian-kejadian yang tragis dan sulit dilupakan dan menjadikan kejadian
tersebut sebuah trauma. Pada individu yang mengalami stress berat, hal tersebut
akan menjadikan ia jatuh kedalam depresi. Jika sudah terkena depresi, dia akan
sulit untuk keluar dari traumanya dan akan terus menutupi diri dan jika sudah
depresi berat, hal tersebut bisa menyebabkan keinginan individu untuk bunuh
diri.

Akibat yang terjadi apabila individu
mengalami depresi adalah diantaranya bunuh diri, gangguan pekerjaan, gangguan
pola hidup, dan memunculkan perilaku-perilaku yang merusak, Depresi merupakan
salah satu penyebab utama kejadian bunuh diri. Sebanyak 40% penderita depresi
di dunia mempunyai pemikiran untuk mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri,
dan hanya 15% saja yang terjadi. WHO memprediksi bahwa pada sekitar tahun 2020,
depresi akan menjadi salah satu gangguan mental yang banyak terjadi dan depresi
berat akan menjadi penyebab kedua terbesar kematian setelah serangan jantung.
Berdasarkan data tersebut, depresi menjadi hal yang serius untuk ditanggapi.
Banyak orang yang masih menyepelekan depresi sebagai gangguan yang biasa. Pada
kenyataanya, tidak semua individu bisa mengatasi depresi. Butuh seorang tenaga
ahli atau seorang professional dibidang kejiwaan, yaitu psikolog. Psikolog
sangat dibutuhkan untuk menangani kasus seperti depresi ini, agar banyak nyawa
yang tertolong. Namun tenaga psikolog yang ada belum terpenuhi secara
keseluruhan, masih dibutuhkan tenaga-tenaga ahli untuk mengatasi masalah
kejiwaan seperti ini dimasa yang akan dating. Karena semakin modernnya zaman,
akan semakin tinggi pula kebutuhan individu untuk diakui dimasyarakat, dari situlah
menjadi awal stress pada individu dan jika tidak terpenuhi akan mengakibatkan
depresi.

2.3. Penanganan dan Pencegahan Depresi

Penanganan depresi dilakukan dengam melakukan
perubahan pola hidup, terapi psikologi, dan dengan melakukan pengobatan.

Perubahan pola hidup dilakukan dengan cara
berolahraga dengan teratur, mengatur pola makan, selalu berdoa kepada tuhan
YME, memiliki niat untuk berubah menjadi lebih baik, dan sering melakukan
rekreasi.

Kemudian penanganan depresi bisa dilakukan
juga dengan terapi yang menggunakan metode psikologi. Terapi-terapi yang sudah
ada yaitu seperti terapi interpersonal, konseling kelompok, terapi humor dan
terapi kognitif.

Terapi interpersonal dilakukan bersama
seorang psikolog. Psikolog akan melakukan psikoterapi pada pasiennya dalam
jangka pendek yang berfokus pada hubungan antara orang-orang dengan
perkembangan symptom gangguan kejiwaan. Kemudian carakonseling kelompok
dilakukan dengan cara mengunjungi tempat layanan bimbingan konseling. Pada
konseling ini, penderita akan melaksanakan wawancara konseling yang dilakukan
oleh seorang konselor professional dengan beberapa pasien lainnya dalam
kelompok kecil. Selanjutnya ada terapi humor. Terapi humor ini dilakukan oleh
seorang professional medis. Dimana professional medis ini akan membantu pasien
untuk mempertahankan sikap mental yang positif dan berbagai tawa mrespons
psikologis dari tertawa. Dan terakhir ada terapi kognitif. Dalam terapi ini,
psikolog akan membantu pasien agar sembuh dari depresi dengan melakukan
pendekatan kognitif, yaitu berhubungan dengan kesulitan emosional dan psikologi
klien. Hal tersebut berupaya uktuk membantu pasien mengubah pikiran-pikiran
yang negative dan keyakinan-keyakinan pasien yang tidak rasional dan mengubah
yang tidak logis menjadi logis.

Lalu terakhir ada penanganan dengan melakukan
pengobatan. Pengobatan dilakukan dengan cara berkonsultasi pada dokter
kejiwaan. Dokter akan memberikan beberapa obat seperti misalnya lithium, MAOIs,
dan Tricyclics. Psikiater meresepkan obat yang dipakai untuk mengobati gangguan
deficit perhatian.

Pencegahan depresi bisa dilakukan dengan
beberapa cara sebagai berikut :

2.3.1. Bersikap realistis terhadap apa yang diharapkan
dengan yang bisa dilakukan

2.3.2. Tidak menyalahkan diri sendiri atas apa yang telah
terjadi teutama saat terjadi kegagalan.

2.3.3. Tidak membandingkan diri dengan orang lain.
Berpikir bahwa “kamu adalah yang terbaik dari kamu”

2.3.4. Dukungan keluarga yang penuh

2.3.5. Tidak terlalu menyesali sebuah kejadian

2.3.6. Selalu berpikir positif

2.3.7. Tidak menyendiri, gabunglah ke suatu komunitas/perkumpulan.

2.3.8. Selalu mendekatkan diri kepada Tuhan.

Kenyataannya, masih banyak orang yang belum
paham dan minim pengetahuan tentang gangguan kejiwaan. Dibutuhkan
literasi-literasi yang membuat masyarakat paham akan pentingnya akan kesehatan
jiwa dan mental manusia. Maka cara yang lain untuk mencegah terjadinya depresi
yaitu dengan membuat literasi-literasi mengenai pengetahuan gangguan kejiwaan.
Sehingga masyarakat tahu akan pentingnya kesehatan mental dan akan menjaganya
dengan sebaik mungkin

 

2.4. Bagaimana Islam memandang Depresi.

Dalam bahasa Arab terdapat kata
“huzn” yang berarti kesedihan yang mendalam, dimana depresi juga diartikan
sebagai kesedihan yang mendalam atau berlarut-larut. Kata huzn banyak ditemukan
dalam Al-Quran sebanyak 42 kali.

Didalam Al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 38,
Allah berfirman :

??????? ????????? ??????? ???????? ? ???????? ???????????????
?????? ????? ?????? ?????? ??????? ????? ?????? ?????????? ????? ???? ???????????

Artinya : “Turunlah kamu semuanya dari surga itu!
Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti
petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula)
mereka bersedih hati”.

Ayat tersebut menjelaskan
bahwa manusia harus taat apa yang Allah perintahkan. Dengan melaksanakan
perintah Allah, maka Allah akan menjamin dijauhkannya umatnya dari kekhawatiran
dan juga kesedihan hati. Sebagai umat yang taat, menjalani semua perintah Allah
merupakan hal yang wajib. Umat yang tidak pernah melaksanakan perintah dari
Allah, kemungkinan besar akan selalu dirundung oleh kesedihan dan kekhawatiran
yang tidak pasti.

Dalam surat Al-A`raf ayat 35 Allah juga menjelaskan
kembali tentang huzn dan terjaminnya dijauhkan dari huzn,

??? ????? ????? ??????
??????????????? ?????? ???????? ?????????? ?????????? ??????? ? ?????? ????????
?????????? ????? ?????? ?????????? ????? ???? ???????????

Artinya : “Hai
anak-anak Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul daripada kamu yang
menceritakan kepadamu ayat-ayat-Ku, maka barangsiapa yang bertakwa dan
mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak
(pula) mereka bersedih hati.”

Ayat tersebut menjelaskan bahwa dengan
bertaqwa kepada Allah dan mau memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik,
maka Allah akan jauhkan mereka dari kekhawatiran dan kesedihan hati. Bertaqwa
kepada Allah merupakan kewajiban bagi umat islam. Dengan bertaqwa kepada Allah,
kita akan semakin dekat dengan Allah dan dimudahkan segala urusannya, termasuk
dalam hal kesedihan.

Pada surat Ali Imran ayat 139 dijelaskan juga tentang huzn,

????? ???????? ????? ?????????? ?????????? ????????????? ???? ???????? ???????????

Artinya : “Janganlah
kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah
orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.”

Ayat diatas menjelaskan bahwa dengan beriman
kepada Allah, maka jangan khawatir. Ketika kita merasa lemah dan bersedih,
ingat bahwa kamu adalah hamba Allah yang sangat dicintai oleh Allah dan para
Rasul. Jika kita beriman, kita akan naik derajatnya diantara manusia yang
lainnya, dan saat itulah kita bukanlah orang yang lemah, melainkan manusia yang
kuat.

Allah merupakan tempat terbaik untuk berkeluh
kesah, dan waktu yang terbaik untuk berkeluh kesah adalah ketika sujud dalam
shalat. Semakin sering kita shalat (wajib dan sunnah) semakin banyak waktu yang
diluangkan untuk mengosongkan pikiran dengan berkeluh kesah dengan berdoa
kepada Allah. Di dunia ini banyak sekali
permasalahan yang dialami. Nabi saw. menganjurkan kita sebagai umat islam agar
selalu melihat orang yang lebih susah. Dengan melihat kebawah, kita akan selalu
bersyukur dengan apa yang kita dapat dan alami.  

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan.

Kesehatan mental atau kejiwaan merupakan hal
yang penting bagi kehidupan manusia sama halnya seperti kesehatan fisik. Dengan
sehatnya mental seseorang maka aspek kehidupan dalam dirinya akan bekerja
secara maksimal.

Depresi adalah gangguan emosional yang buruk
yang salah satunya ditandai dengan kesedihan yang berkepanjangan, putus
harapan, perasaan bersalah dan tidak berarti. Sehingga seluruh proses mental
dapat mempengaruhi motivasi untuk beraktivitas dalam kehidupan sehari-hari
maupun pada hubungan interpersonal.

Islam mengajarkan bahwa dengan bertaqwa
kepada Allah dan mengikuti apa yang diperintahkannya, niscaya kita akan
dijauhkan dari segala kesedihan. Dengan mengeluhkan semua keluh kesah kepada
Allah, niscaya semua akan terasa ringan.

 

3.2. Saran.

Masih banyak hal-hal yang harus diketahui
dari gangguan mental, terutama depresi. Butuh penelitian yang lebih lanjut
perihal cara terbaik untuk menangani dan mencegah depresi dengan cara yang
efektif.

Kemudian sebagai umat islam kita harus taat
kepada Allah sebagai wujud bertaqwa kepadanya. Karena hanya kepada Allah lah
kita dapat memohon dan mendapatkan pertolongan dari segalanya.

DAFTAR PUSTAKA

Dewi, Kartika Sari. 2012. Buku Ajar Kesehatan Mental. UPT
UNDIP Press : Semarang.

Dirgayunita, Aries. 2016. Depresi : Ciri, Penyebab dan
Penanganannya. Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah Probolinggo. Jawa Timur.

Kaplan, Tony. 2009. Children and Adolescent with
Mental Health Problems. The Royal College of Psychiatrists : London.

Kemenristekdikti. 2016. Buku Ajar Mata Kuliah Umum
Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Direktorat Jendral Pembelajaran dan
Kemahasiswaan.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2016. Peran
Keluarga Dukung Kesehatan Jiwa Masyarakat. Diakses pada … dari
http://www.depkes.go.id/article/print/16100700005/peran-keluarga-dukung-kesehatan-jiwa-masyarakat.html

Novianty,
Anita & Rochman Hadjam, M. Noor. 2017. Literasi Kesehatan Mental dan Sikap
Komunitas sebagai Prediktor Pencarian Pertolongan Formal. Jurnal Psikologi.
Volume 44. Diunduh pada … dari https://text-id.123dok.com

Universitas Gadjah Mada. 2016. Depresi pada remaja SMA
yang akrab dan tidak akrab dengan orang tua.
Diakses pada … dari etd.repository.ugm.ac.id

Universitas Gadjah Mada. (n.d.). Kesehatan Jiwa.
Diakses pada … dari Faperta.ugm.ac.id.

Wahid, Ramli Abdul. 2010. Depresi Dalam Pandangan Islam.
Diakses pada … dari https://www.scribd.com/

x

Hi!
I'm Josephine!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out